Wisata di Jogja Yang Semi Petualangan

Apakah Anda berencana jalan-jalan ke Jogja dalam waktu dekat ini? Jogja sekarang makin menarik untuk dijadikan tujuan wisata. Selain makanan-makanan tradisional yang sudah menjadi trade mark Jogja, tujuan wisata di kota ini juga semakin bertambah. Makanan tradisional seperti gudeg, geplak yang bercita rasa manis, yangko, bakpia patuk, dan sebagainya masih menjadi pilihan utama.

Wisatawan juga biasanya memburu kuliner unik seperti gudeg pawon, gudeg yang harus dinikmati dari pawon/dapur tradisional secara langsung. Makanan gudeg ini akan buka mulai malam hingga pagi hari. Menikmati angkringan Jogja di malam hari dengan nasi kucing dan kopi jos-nya sungguh mantap rasanya. Sate klathak, juga menjadi incaran para wisatawan. Sate klathak adalah sate sapi yang tusukan satenya terbuat dari jeruji sepeda.

Baca Juga: Itinerary Sukabumi

Ada juga pengalaman kuliner mencicipi hidangan Raja Jawa di Bale Raos. Sajian bebek suwar-suwir, manuk nom – pudding tradisional berwarna hijau yang merupakan favorit sultan, Semur Piyik, Beer Jawa dan sebagainya bisa Anda nikmati di Kota Pelajar ini.

Info menariknya, saat ini lokasi wisata baru di Jogja dan sekitarnya juga makin unik serta menarik. Apa saja sih? Tunggu dulu, sebelum berwisata, kita pilih dulu hotel tempat kita menginap. Banyak hotel bintang 4 di Jogja. Banyak pilihan yang bisa didapatkan. Cara yang ditempuh juga cukup mudah, tentukan lokasi hotel yang diinginkan lalu klik pesan.

Wisata Di Jogja

Nah, berikut ini lokasi wisata di Jogja semi petualangan yang menarik:

Kali Biru

Kali Biru

Kali Biru bukanlah sebuah nama sungai. Namun Kali Biru adalah nama sebuah tempat wisata yang berlokasi di bagian lereng Perbukitan Menoreh. Di situ kita bisa menikmati petualangan ala outbond. Dari panjat batu serupa tebing, meniti jalinan tali berbentuk jaring besar, meniti jembatan kayu dan flying fox.

Kali Biru merupakan bagian dari wilayah Hutan Kemasyakatan Kali Biru. Tepatnya di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta. Jadi selain kegiatan outbound tadi, wisatawan bisa juga menikmati treking alam yang santai karena areal treking-nya telah rapi. Pilihan tersebut cocok bagi wisatawan penikmat alam yang tak suka terlampau lelah.

Terletak di ketinggian sekitar 450 dpl, Kali Biru menjadi tempat yang sangat tepat untuk melihat pemandangan alam di sana. Apalagi saat menaiki Menara pohon yang telah dipasangi dak kayu. Kita bisa melihat hamparan luas dataran wilayah Kulon Progo dan Wates, lereng Perbukitan menoreh, Waduk Sermo, dan bila cuaca sedang cerah, terlihat laut pantai selatan pula di kejauhan.

Baca Juga: Tempat Wisata Di Jogja

Dan yang sedang kekinian, di atas menara pohon itu juga, wisatawan bisa berpose untuk difoto. Memang sangat indah, foto kita duduk di atas pohon dengan latar pemandangan alam nan hijau dan waduk sermo di kejauhan.

Hutan Mangrove Congot/Pasir Mendit

Hutan Mangrove Congot

Hutan bakau ini sebenarnya berlokasi di Dusun Pasir Mendit, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kulon Progo, Jogjakarta. Tidak tepat bila disebut berada di Pantai Congot. Namun beberapa warga menyebutnya sebagai hutan mangrove Congot.

Wisata pantai yang satu ini sangat indah. Wisata ini memberikan alternatif pemandangan pantai yang pasir dan lautan. Keindahan yang tersaji di sini adalah pemandangan hijau hutan mangrove. Wisatawan akan diajak menapaki jembatan bambu panjang yang melintasi perairan daerah pantai. Selain di sekeliling hutan mangrove, wisatawan juga diajak memasuki sebagian hutannya.

Memang belum terlalu luas hutan mangrove ini, tapi selain bisa “mencuci mata” dengan pemandangan alam yang indah, juga baik untuk wisata edukasi. Di lokasi ini beberapa spot juga sangat keren untuk berfoto diri/selfie. Ada kursi gantung yang terbuat dari bambu, tempat dimana wisatawan bisa bergaya sambil duduk di atasnya. Ada juga jalan setapak panjang yang berujung di sebuah gazebo kecil. Pengunjung juga bisa duduk di atas jembatan panjang, unik sekali untuk berfoto.

Wisatawan penggemar fotografi landscape juga akan mendapat banyak spot menarik di tempat ini. Baik hutan mangrove-nya itu sendiri, jalanan setapak dari bambu, atau situasi saat sunset. Warna merah, jinga, ungu membuat paduan yang cantik untuk latar hutan mangrove ini.

Wisatawan diperbolehkan juga memancing di daerah ini, asalkan situasi sedang sepi atau tak terlalu banyak pengunjung. Info menariknya, tiket masuk ke areal wisata ini sangat murah. Hanya tiga ribu rupiah saja, tiket parkir motor sekitar dua ribu rupiah.

Goa Pindul

Goa Pindul

Goa Pindul adalah goa yang terbentuk dari karst yang ditembus sungai bawah tanah. Lokasi dari Goa Pindul sendiri berada di kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogjakarta.

Wisata yang sering di tawarkan di sini adalah susur goa atau caving. Obyek wisata ini dilakukan dengan cara menaiki ban terapung, maka biasanya warga sekitar sering menyebutnya sebagai cave tubing. Adapun cara melakukan obyek wisata ini menggunakan ban dalam (inner tube), makanya disebut sebagai tubing.

Baca Juga: Destinasi Wisata Indonesia

Pemandangan dalam goa sangat cantik dengan stalactite dan stalagmite. Batuan kerucut berlapis-lapis serupa tanduk yang terbentuk karena proses alam yang sangat lama. Beberapa titik di dalam goa, terdapat semacam jendela atap/sun roof yang ditembus cahaya matahari membentuk sun rays-seperti gorden cahaya. Sangat indah, apalagi bila wisatawan bisa mengabadikannya dalam kamera.